Rakor Bahas Tracking dan Tracing Covid di Kabupaten Banjar

by | 13 Jun 2020 | Inseminasi, Penyuluhan, Perkebunan, Peternakan, Prasarana, Sekretariat, Sertifikasi Benih

BANJARBARU – Segala cara dan upaya dilakukan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bersama jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPP) Kalsel untuk menekan angka penyebaran dan penularan Covid di Kalsel.

Salah satunya angka grafik Covid di Kabupaten Banjar yang masih belum melandai, mendorong tim GTPP Covid-19 Kalsel terus bergerak cepat melakukan tracing dan tracking.

Secara khusus dilaksanakan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan tracing dan traking Covid-19 di kabupaten Banjar, yang digelar di Gedung Ideham Chalid, Jumat (12/6).

Rapat yang dibuka langsung oleh Ketua Harian GTPP Prov Kalsel, Abdul Haris Makkie didampingi Wakil Ketua Harian GTPP Kalsel, Hanif Faisol Nurrofiq, serta dihadiri oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Prov Kalsel selaku Koordinator Mitigasi , Kadis Kominfo, Dinkes Kalsel, pakar epidemiologi Dr. Dharma, Kadinkes Kabupaten Banjar serta seluruh Kepala Puskesmas dan petugas Surveilance Kabupaten Banjar.

Ketua Harian Tim GTPP Kalsel, Haris Makkie, mengakui Kabupaten Banjar mengalami lonjakan kasus positif yang cukup signifikan. “Sesuai arahan Pak Gubernur, situasi ini menjadi perhatian khusus setelah Kota Banjarmasin. Perlu kerja sama semua pihak untuk mempercepat pengentasan kasus Covid-19 di Kalsel,” tegasnya.

“Salah satunya adalah penguatan Puskesmas yang ada di kabupaten dengan melakukan tracking dan tracing secara masif pada bulan Juni dan Juli, sehingga diharapkan pada bulan agustus sudah terjadi pelandaian,” tambah Haris.

Mengamini hal tersebut, Kadisbunnak Prov Kalsel, drh Suparmi yang memimpin jalannya rapat setelah acara pembukaan, mengimbau kepada seluruh perwakilan Puskesmas yang hadir agar terbuka dalam menyampaikan kendala yang dihadapi selama pelaksanaan tugas. “Kami mengharapkan kepada seluruh perwakilan Puskesmas yang hadir agar terbuka menyampaikan keperluan apa saja yang diperlukan, sehingga dapat kita support untuk mempercepat pelaksanaan tracing dan tracking di lapangan, terutama bagi petugas surveilance yang turun langsung menjadi garda terdepan dalam penemuan kasus Covid-19 ini,” jelas Suparmi.

Dalam rapat tersebut juga dibagikan 50 tes kit rapid tes kepada Puskesmas yang kasus terkonfirmasi positifnya tinggi. Kemudian 25 tes kit rapid tes kepada Puskesmas yang kasus terkonfirmasi positifnya masih rendah. Juga dilakukan pelatihan kepada para surveilance tentang tata cara penggunaan aplikasi lacak Covid.

Asuransi Ternak Sapi Disosialisasikan  ke Kabupaten Banjar

Asuransi Ternak Sapi Disosialisasikan  ke Kabupaten Banjar

Sesuai harapan dan arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor agar peternak di Banua bisa sejahtera, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel gencar menyosialisasikan program Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K), salah satunya di Kabupaten Banjar. Disbunnak Kalsel...

Instagram

Something is wrong.
Instagram token error.
Load More

Facebook

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This