Sejahterakan Petani Dengan Benih Unggul yang Bersertifikat

by | 29 Jun 2020 | Sertifikasi Benih

KOTABARU – Pengawas Benih Tanaman (PBT) dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan (BPSBP) telah melakukan pemeriksaan benih kelapa sawit sebanyak 9000 pohon berdasarkan surat permohonan Dinas Pertanian Kabupaten Kotabaru.

Tim PBT meluncur dari kantor BPSBP di Banjarbaru ke lokasi pembibitan di Desa Tamiyang Bakung Kecamatan Kalumpang Tengah Kabupaten Kotabaru. (26/6)

Pengambangan Komoditas perkebunan kunci pertama untuk mencapai produksi maksimal berangkat dari benih/bibit yang digunakan mengingat komoditas seperti karet, kelapa sawit dan kelapa dalam dengan sekali tanam mempunyai masa produksi sangat panjang (minimal 20 tahun).

Dengan kata lain apabila seorang petani menanam kelapa sawit dengan menggunakan benih yang kurang baik/tidak bersertifikat akan mengalami penyesalan yang panjang karena satu kali tanam dapat menikmati hasilnya selama 20 tahun lebih hal ini yang membedakan dengan komoditas lain seperti komoditi pertanian, peternakan atau perikanan.

Mengingat benih sebagai key point maka petani/pemakai benih harus dilindungi dari benih iligitim dengan cara memberikan sertifikasi mutu benih dari benih yang akan dibagikan, diedarkan atau diperjual belikan (permentan 50).

Dalam rangka sertifikasi benih petugas pengawas benih tanaman tinjau lokasi pembibitan kelapangan untuk memastikan kebenaran teknis penanganan benih di bibitan, surat yang menyertai benih kelapa sawit jumlah benih dan mengetahui asal usul benih yang ditangkarkan oleh Dinas Pertanian Kotabaru.

Bibit kelapa sawit yang diajukan sertifikat sebanyak 9000 pohon selanjutnya benih tersebut akan dibagikan ke petani pengembangan kelapa sawit sebagai hibah kepada kelompok tani di Kabupaten Kotabaru.

Sesuai isi UU Nomor 12 Tahun 1992 tentang sistem Budidaya Tanaman Perkebunan, bahwa benih yang akan di edarkan harus bersertifikat dan berlabel.

“Disinyalir akibat dari pemakaian benih yang tidak bersertifikat dan label banyak dirasakan dimasyarakat saat ini bahwa tanaman perkebunan seperti karet dan kelapa sawit produksinya rendah bahkan tidak menghasilkan”. Kata Mashudi PBT

Demikian antara lain perlunya label dan sertifikat benih untuk melindungi masyarakat petani agar mendapatkan benih unggul dan berkualitas, sehingga nantinya akan mendapatkan hasil panen yang maksimal. (TIM/BPSBP)

Rakor Bahas Tracking dan Tracing Covid di Kabupaten Banjar

Rakor Bahas Tracking dan Tracing Covid di Kabupaten Banjar

BANJARBARU - Segala cara dan upaya dilakukan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bersama jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPP) Kalsel untuk menekan angka penyebaran dan penularan Covid di Kalsel. Salah satunya angka grafik Covid di Kabupaten Banjar yang...

Bergerak Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19

Bergerak Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19

Kertak Hanyar, Disbunnak - Semangat bergerak dan bekerja yang digelorakan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menjadi penyemangat Tim Komunikasi, Informasi dan Edukasi Percepatan Pencegahan Covid-19 Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel untuk melakukan sosialisasi...

Gencarkan Sosialisasi, Perkuat Edukasi

Gencarkan Sosialisasi, Perkuat Edukasi

Kertak Hanyar, Disbunnak - "Ingat, jalankan protokol dengan menjaga jarak dan hindari kontak fisik saat sosialisasi, dan gunakan APD secara maksimal," kata drh Suparmi. Pesan itu selalu disampaikan Kepala Disbunnak Kalsel drh Suparmi kepada Tim KIE (komunikasi,...

Instagram

Something is wrong.
Instagram token error.
Load More

Facebook

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This