Rabu, 28 Juli 2021, WITA
Breaking News

Kamis, 12 Mar 2020, 21:43:00 WITA 53 Kali Dwicahyo Septo Nugroho, S.Pt Peternakan

BANJAR – Beternak itik dengan memanfaatkan limbah kotorannya sebagai pupuk kandang untuk tanaman jeruk, menjadi teknik budidaya yang dilakukan kelompok tani ternak Halatung. Kelompok tani ternak Halatung yang berdomisili di Desa Tambak Danau, Kecamatan Astambul, ini mewakili Kabupaten Banjar sebagai peserta lomba kelompok tani ternak itik tingkat provinsi.
.
Rabu (11/3) tadi kelompok ini dinilai oleh tim penilai dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan. Tim penilai dari Disbunnak provinsi didampingi Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar. Hampir seluruh anggota kelompok hadir saat dilakukan penilaian di sekretariat kelompok tani yang berada tidak jauh dari wisata religi Kelampayan ini.
.
Kelompok tani yang dibentuk pada tahun 2004 ini memiliki 35 orang anggota. M. Naufal sebagai ketua kelompok sekaligus peternak milenial menjelaskan bahwa kelompok ini menggunakan itik sebagai jenis usaha dengan menjual telurnya dan itik yang sudah afkir. “Untuk pemasaran produk, terutama telur itik tidak menemui kesulitan. Malah pedagang pengumpul telur itik yang datang sendiri,” ujarnya.
.
Pedagang biasanya menjual telur itik di pinggiran Jalan Ahmad Yani. Sebanyak 1.495 ekor itik terdiri dari 60 ekor pejantan dan 1.435 ekor betina. Tidak hanya itik, padi dan jeruk juga menjadi lahan usaha pada kelompok ini. Dari segi penanganan limbah, terutama kotoran ternak, sebagian besar dipergunakan sendiri sebagai pupuk untuk tanaman yang dibudidayakan.
.
Tidak ada kandang tersendiri atau komunal untuk kelompok ini, karena masing-masing anggota merawat itik mereka sendiri. Dari 35 anggota kelompok, 20 orang memiliki itik rata-rata 50 - 60 ekor. Sedangkan untuk ketuanya memiliki 200 ekor itik. Bila terjadi masalah pada salah satu ternak yang dimiliki oleh anggota, maka ketua kelompok akan mengadakan musyawarah dalam penanganannya.
.
Lomba kelompok tani ternak ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi kepada kelompok peternak yang sudah mampu menerapkan usaha budidaya ternak dan usaha agribisnis peternakan. "Empat aspek yang menjadi penilaian dalam lomba yaitu aspek kelembagaan, aspek hulu dan hilir serta aspek budidaya sebagai aspek dengan nilai paling besar," ujar Siti Nuriah, salah satu anggota tim penilai lomba.
.
Penilaian di lapangan dilakukan dengan teknik wawancara kepada pengurus dan anggota kelompok, dan bertempat di rumah ketua kelompok. Setiap pertanyaan dijawab dengan jujur oleh kelompok tersebut sesuai keadaan dan kondisi yang ada di lapangan.
.
Salah satu kandang yang dilihat secara langsung dan dinilai oleh tim adalah kandang ketua kelompok. Tidak hanya bertanya, tim penilai selalu memberikan saran kepada kelompok yang dinilai agar kelompok tersebut bisa menjadi lebih baik. Tim penilai lainnya, Lidya A.S, menambahkan bahwa dalam hal penanganan penyakit pada itik agar tercatat dalam buku record.
.
"Sebaiknya kelompok tani membuat recording dalam bentuk kartu ternak, sehingga memudahkan peternak mengingat kejadian-kejadian penting pada ternaknya. Juga memudahkan peternak mengambil keputusa atau tindakan dalam penanganan, perawatan dan pengobatan pada ternak yang sakit berdasarkan catatan riwayat kesehatannya," katanya.
.
Terpilihnya kelompok peternak yang sudah mampu menerapkan usaha budidaya ternak dan usaha agribisnis peternakan, menjadi keberhasilan yang sangat dinanti oleh tim penilai lomba sebagai perwakilan Disbunnak untuk membantu program pemerintah dari sektor peternakan.
.
Penulis : Hendry
Bidang : P3
.
.
#disbunnakbergerak
#disbunnakprovkalsel

Disbunnak jalankan SISKA KU INTIP sebagai langkah kongkrit RAD-KSB

Kamis, 08 Jul 2021, 15:29:53 WITA, Dibaca : 25 Kali

Persediaan Hewan Kurban di KalSel Tahun ini aman

Senin, 05 Jul 2021, 12:54:00 WITA, Dibaca : 30 Kali
Belum ada komentar untuk "Itik dan Jeruk jadi Sumber Pendapatan"
Tuliskan Komentar