Rabu, 28 Juli 2021, WITA
Breaking News

Sabtu, 22 Feb 2020, 20:27:17 WITA 41 Kali Dwicahyo Septo Nugroho, S.Pt Peternakan

MEDAN, Disbunnak - Keseriusan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan mendukung pencapaian swasembada daging untuk menyokong persiapan ibu kota negara (IKN) baru, ditunjukkan dengan mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) jabatan fungsional di Medan,  Kamis (20/2). 

Rapat ini merupakan agenda nasional Kementerian Pertanian untuk memantapkan pelaksanaan program SIKOMANDAN menuju swasembada daging nasional. Pada agenda pertama Rakornas dibuka langsung oleh Direktur Perbibitan Ir. Sugiono, MP. Dijelaskannya, tahun 2020 program UPSUS SIWAB berganti nama dengan program SIKOMANDAN. "Target secara nasional sebanyak 4 juta akseptor yang diinseminasi buatan.  Bertujuan mendukung angka kelahiran untuk mencapai swasembada daging,” ungkap Sugiono saat membuka Rakornas. Ia  juga mengungkapkan, untuk mendukung akselerasi peningkatan populasi dan produksi daging sapi kerbau melalui Program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (SIKOMANDAN) dengan meningkatkan peran, kompetensi dan penguatan jejaring kerja.

Sugiono menyampaikan arahan target  harus memenuhi kekurangan 1 juta ekor sapi. Dalam era digital seperti sekarang, ditekankan bahwa mindset harus bisa mengikuti perkembangan ilmu-ilmu baru. Seperti, pelaksanan Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian), serta penerapan AWR (Agriculture War Room). Dalam AWR, seekor sapi bisa dipasang chip dan barcode sehingga keberadaan seekor sapi di manapun bisa dipantau dari pusat (Jakarta). "Hal ini dilakukan untuk mendukung program SIKOMANDAN berjalan dengan baik dan maksimal," kata Sugiono.

Saat penutupan rakornas, Jumat (21/2), Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan arahan di hadapan para kepala dinas kabupaten dan provinsi atau pejabat yang mewakili di bidang peternakan dan kesehatan hewan, kepala balai serta pejabat fungsional pengawas bibit ternak, Pengawas Mutu Pakan dan Medik Veteriner serta Paramedik Veteriner se- Indonesia. Dalam arahannya, Syahrul mengemukakan bahwa kebutuhan daging sapi di Indonesia mencapai 700 ribu ton/tahun. 

Dari jumlah tersebut, sektor peternakan mampu menyediakan 400 ribu ton/tahun. "Jadi masih ada kekurangan sebanyak 300 ribu ton daging sapi atau setara dengan 1,2 - 1,3 juta ekor. Kekurangan itu tidak bisa  selamanya dipenuhi dengan impor, tetapi kita harus mengoptimalkan sapi yang ada agar dapat beranak lebih banyak lagi. Caranya dengan  membudidayakan dengan baik serta terjamin kesehatannya dengan memanfaatkan bahan pakan sepert bungkil kelapa sawit, jagung, kedelai dan lain-lainnya," kata Mentan Syahril Yasin Limpo.

Editor : HAN
Bidang : NAKKESWAN

Disbunnak jalankan SISKA KU INTIP sebagai langkah kongkrit RAD-KSB

Kamis, 08 Jul 2021, 15:29:53 WITA, Dibaca : 26 Kali

Persediaan Hewan Kurban di KalSel Tahun ini aman

Senin, 05 Jul 2021, 12:54:00 WITA, Dibaca : 31 Kali
Belum ada komentar untuk "Kalsel Menuju Swasembada Daging"
Tuliskan Komentar