Rabu, 28 Juli 2021, WITA
Breaking News

Kamis, 12 Mar 2020, 21:38:03 WITA 27 Kali Dwicahyo Septo Nugroho, S.Pt Peternakan

BANJAR – Baliangin, sesuai dengan namanya, angin di desa ini berhembus sangat kencang. Bahkan, panasnya cuaca saat itu, Selasa (3/11), tidak begitu terasa. Sejauh mata memandang tampak hamparan perkebunan karet, durian, dan tanaman sawit yang tersusun rapi di lembah dan lereng saat mulai memasuki desa ini. Mayoritas masyarakat di desa ini merupakan suku Madura yang bekerja sebagai petani dan peternak sapi.

Didampingi Disnakbun Kabupaten Banjar, Desa Baliangin menjadi lokasi yang dituju tim Penilai Lomba Disbunnak untuk melakukan penilaian kepada Kelompok Tani Ternak Maju Bersama. Kelompok ini menjadi peserta lomba kelompok tani ternak sapi potong tingkat provinsi.

Kelompok Maju Bersama dibentuk pada tahun 2008 dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan dalam pengelolaan sapi potong. Pembentukannya juga sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitasnya. Inisiatif pembentukan kelompok atas dasar kesepakatan dan kepentingan bersama peternak sapi potong. Dibandingkan dengan awal pembentukan kelompok, jumlah anggota kelompok saat ini mengalami peningkatan, meskipun tidak begitu banyak. Tahun ini jumlah anggota menjadi 25 orang dan populasi ternak sapi sebanyak 75 ekor, yang terdiri dari 57 betina dan 18 jantan.

Sapi PO, Bali, dan Limousin menjadi pilihan sapi yang dipelihara oleh anggota. Rata-rata anggota kelompok memelihara tiga ekor sapi, tapi ada juga yang memiliki hingga lima sampai enam ekor sapi. Setiap anggota mempunyai lahan Hijauan Pakan Ternak (HPT) dengan luas minimal setengah hektar sebagai sumber pakan sapi.

Kelompok ini tidak memiliki kandang komunal karena ternak sapi dipelihara di rumah masing-masing anggota menggunakan kandang pribadi.
"Karena kami dalam rangka penilaian kelompok, maka alangkah baiknya sebuah kelompok memiliki kandang kelompok sendiri", tegas Siswoyo, salah satu Tim Penilai Lomba.

Produk peternakan yang dijual berupa ternak hidup dengan wilayah pemasaran seputaran Kecamatan Sambung Makmur dan Pengaron. Abdullah, Sekretaris Kelompok Tani Maju Bersama mengatakan, mereka mendapat ternak sapi dari bantuan program LM3 pada tahun 2008 dan berkembang hingga saat ini. "Program tersebut sangat membantu masyarakat yang berada di pedesaan seperti kami," ujarnya.

Menikmati waktu sambil menyimak paparan dari Abdullah dan Saniman, bendahara Kelompok Tani Maju Bersama, memunculkan satu pertanyaan dari Siswoyo. "Kelompok tidak punya kandang, tetapi bagaimana kelompok tetap bisa eksis?" Menanggapi hal tersebut Saniman mengatakan bahwa kelompok ini rutin melakukan rapat untuk membahas segala masalah yang dihadapi anggota. Mereka saling membantu menggunakan tenaga dan materi untuk sesama anggota yang sedang bermasalah. Musyawarah selalu dipakai untuk mencapai mufakat.

Keduanya menilai peran pemerintah sangat penting demi meningkatkan motivasi peternak dan dinamika kelompok peternak dalam melaksanakan usaha budidaya ternaknya dan usaha agribisnis peternakan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan peternak.

Tim penilai lomba "Disbunnak selalu berusaha untuk membuat kelompok tani agar mampu dalam usaha budidaya dan usaha agribisnis peternakan," kata Siswoyo.

Penulis : Hendry
Bidang : P3


#disbunnakbergerak
#disbunnakprovkalsel

Disbunnak jalankan SISKA KU INTIP sebagai langkah kongkrit RAD-KSB

Kamis, 08 Jul 2021, 15:29:53 WITA, Dibaca : 25 Kali

Persediaan Hewan Kurban di KalSel Tahun ini aman

Senin, 05 Jul 2021, 12:54:00 WITA, Dibaca : 30 Kali
Belum ada komentar untuk "Terus Eksis dengan Musyawarah"
Tuliskan Komentar